Kegunaan Telur Untuk Kesehatan

Mengonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna, adalah hal yang dapat dilakukan untuk mencukupi nutrisi dalam tubuh. Salah satu yang masuk ke dalam golongan makanan itu ialah telur.

Telur, memiliki kandungan protein baik yang terkandung di dalam bagian tengahnya yang berwarna kuning. Namun selain menjadi sumber protein, telur juga memiliki kebaikan lain yang berguna untuk kesehatan.

Apa saja? 

Ini ulasannya, berdasarkan informasi dari laman Everyday Health.

Kandungan kolesterol rendah
Makanan yang membawa kandungan protein, biasanya juga memiliki kandungan kolesterol, yang bisa membahayakan tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Telur, juga memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi, sekitar 186 miligram. Namun, walau memiliki kandungan kolesterol tinggi, hanya sedikit yang masuk ke dalam aliran darah, yang tentunya baik untuk kesehatan tubuh.

Lemak jenuh yang rendah

Selain kolesterol, telur juga memiliki kandungan lemak jenuh, namun sama-sama berkadar rendah. Dalam satu butuh telur ukuran besar, lemak jenuh yang terkandung hanya 1,6 miligram, bandingkan dengan mentega yang memiliki kandungan lemak jenuh sebanyak 7 miligram. Tentunya hal ini menguntungkan untuk si penggemar telur. Lemak jenuh adalah salah satu pemicu meningkatnya kolesterol dalam darah.

Penuh nutrisi

Di dalam satu butir telur, terkandung beberapa nutrisi seperti vitamin B, protein, asam folat, serta zat besi yang baik bagi tubuh. Selain itu, dalam bagian kuning telurnya, walau memiliki kandungan protein tinggi, namun juga mengandung kebaikan vitamin D, yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Telur sebaiknya sering dikonsumsi oleh ibu hamil untuk memberikan nutrisi sempurna pada si jabang bayi.

Telur, juga bisa dijadikan makanan yang disandingkan dengan makanan lain, yang bisa meningkatkan manfaat baiknya bagi tubuh. Anda bisa gabungkan penyajian telur dengan buah atau sayuran seperti tomat atau alpukat, agar manfaat telur semakin meningkat.

Danau Toba Apa Kabarmu?

Sukses Tiongkok mengelola perspektif lingkungan hidup, sosial, budaya, dan sisi ekonomi menjadi contoh penting dan pendorong menjadikan kawasan Kaldera Toba untuk masuk Global Geopark Network Unesco.


Keinginan kuat menjadikan kawasan Danau Toba untuk masuk Global Geopark Network (GGN) Unesco terus berlanjut. Kamis (25/9) melalui tema “Danau Toba Apa Kabarmu” melakukan Diskusi Terfokus Seri IV di Gedung Serba Guna RRI Jalan Gatot Subroto Medan.

DIULOSI: Pembicara yang juga budayawan asal Gorontolo Yosef Tahir Maruf (tengah) diulosi Pembina RE Foundation RE Nainggolan dan anggota DPD RI Parlindungan Purba, Kamis (25/9).
Pada kesempatan itu, RE Foundation sebagai penggagas wacana tersebut menghadirkan para budayawan antara lain berasal dari Toba, Pakpak, Simalungun, Karo serta pemateri pembanding Budayawan Gorontalo Yosef Tahir Maruf dan Budayawan asal Bali Putu Suasta.


Pembina RE Foundation, Dr RE Nainggolan mengatakan, diskusi berkala ini dalam konteks mendukung pembangunan wisata nasional di kawasan Danau Toba masuk Global Geopark Network Unesco, di mana keberagaman budaya khususnya di kawasan tersebut menjadi salah satu unsur penting. Keberagaman budaya ini diharapkan menjadi salah satu penarik bagi dunia luar.


Dia melanjutkan, geopark ini merupakan menajemen kawasan dengan daya tarik wisata yang mencakup geologi, biologi, sosial, budaya dan pariwisata. Di kawasan danau tersebut akan menjadi destinasi wisata bertaraf internasional.


“Jika kita berbicara keberagamaan budaya, kita memiliki kebudayaan yang luar biasa dengan adat istiadat yang sangat banyak. Konsep keberagaman kebudayaan ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, di mana budaya yang beragam akan menarik wisatawan asing khusunya di wilayah kaldera toba,” ujar mantan Sekdaprovsu ini disela-sela kegiatan kepada wartawan.

Lebih lanjut RE meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera mengusulkan kepada Unesco bahwa wilayah Danau Toba menjadi wilayah Geopark. Apalagi mengingat di daerah tersebut sudah memiliki sejumlah unsur penting menjadi wilayah Geopark.


“Kita menyakini Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan konsen dalam mewujudkan Geopark Kaldera Toba. Baik itu dari segi infrastukturnya, SDM dan lainnya, karena hal tersebut akan memberikan manfaat yang besar untuk Sumut,” tuturnya.


Salah satu negara yang sukses dengan geopark, sebut RE, ialah Tiongkok. Tiongkok merupakan salah satu pemiliki situs GGN terbanyak di dunia, sekaligus yang paling sukses mengelola baik dalam perspektif lingkungan hidup, sosial, budaya, dan terutama sekali sisi ekonomi.


Budayawan Toba, Ir JP Sitanggang mengatakan, kehidupan orang Batak Toba akan tetap mengamalkan ajaran-ajaran adat istiadat Batak walaupun dia memeluk agama Kristen dan agama lainnya. 

Kebatakannya lebih kuat bahkan dalam situasi tertentu bisa lebih kuat dibanding keagamaannya.
“Orang Batak seakan-akan memiliki terowong waktu yang dilalui secara leluasa. Seorang Batak penganut Kristen dan agama lain, ilmuwan, pejabat tinggi, padanya akan sirna jika dia memasuki terowong waktu menuju alam animisme. Di sana sang tokoh tampil sebagai pemeran upacara tradisi leluhur yang sakral walaupun tak sesuai agama yang dianut,” ujarnya.


Budayawan asal Universitas Sumatera Utara, Irwansyah mengungkapkan, kesiapan masyarakat dalam konteks ini juga merupakan hal penting. Sebab berbicara geopark, bukan sekadar produk, melainkan manajemen. “Jadi outputnya itu tidak semata-mata produk dari geopark itu sendiri yang ditonjolkan, melainkan goal-nya adalah bagaimana memanajemen,” ujarnya.


Irwansyah mengatakan bahwa kesiapan itu akan terlihat tatkala kontribusi birokrasi, peningkatan perekonomian sampai kesejahteraan di sekitar wilayah itu dapat terakomodir dengan baik. Di sisi lain, lanjut dia, tentu harus ada sosialisasi berkesinambungan guna membuka pemahaman masyarakat di kawasan tersebut. Sebab salah satu indikator penilaian kelaikan kawasan Danau Toba sebagai GGN adalah dari kesiapan masyarakat setempat.


“Masyarakat harus merasakan dampak dari wacana hebat ini. Kalau menurut saya hal itu belum sepenuhnya mereka pahami, karena kurangnya pendekatan dan pemahaman tentang hal tersebut,” kata Irwansyah yang juga terus memberikan dorongan melalui kajian-kajian yang dilakukan mengenai GGN Danau Toba ini.

Lebih lanjut dikatakannya, pengusulan GGN Danau Toba ke Unesco ini dalam rangka menjaga pertahanan sumber daya alam di sekitar kawasan itu. “Menurut saya ekosistem yang ada di wilayah itu yang jadi goal sebenarnya. Bukan terhadap sumber daya manusianya. Karena dengan tertatarapinya suatu kawasan menjadi Geopark Global Network, seiring itu pula roda perekonomian dan objek pariwisata di daerah tersebut akan tergerak,” jelasnya.


Diskusi terfokus seri keempat mengenai GGN Danau Toba itu turut disiarkan langsung RRI Pro 1 FM, RRI Pro 4 FM, Lite FM dan Kardopa FM. Sebelumnya RE Foundation sudah melakukan pembahasan dengan sejumlah pihak terkait lainnya dalam merumuskan wacana besar tersebut ke Unesco. Di mana diharapkan secepatnya wacana itu dapat terealisasi. (Danau Toba Apa Kabarmu?tom)
 http://sumutpos.co/2014/09/86866/danau-toba-apa-kabarmu

Bentuk Negara Indonesia

Bentuk Negara Indonesia

Bentuk Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik atau lebih dikenal dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pernyataan ini secara tegas tertuang di UUD 45 pasal 1. 

Indonesia sudah beberapa kali mengalami perubahan bentuk negara yaitu: bentuk negara Federal, Kesatuan atau sistem pemerintahan yang parlementer, Semi-Presidensil, dan Presidensil
.

Menurut pidato Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 17 Agustus 2007 dikatakan bahwa bentuk negara Indonesia yang paling tepat adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Empat pilar utama yang menjadi nilai dan konsensus dasar yang selama ini menopang tegaknya Republik Indonesia adalah: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lambang Negara Indonesia

Lambang Negara Indonesia

Dalam UUD 45 dijelaskan bahwa Lambang Negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Lagu Garuda Pancasila diciptakan oleh Sudharnoto sebagai lagu wajib perjuangan Indonesia.

Lirik lagu Garuda Pancasila:

Garuda pancasila
Akulah pendukungmu
Patriot proklamasi
Sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju

Makna Lambang Garuda Pancasila

Burung Garuda melambangkan kekuatan.Warna emas pada burung Garuda melambangkan kejayaan.Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia. Masing-masing simbol di dalam perisai melambangkan sila-sila dalam Pancasila, yaitu:

  • Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa [sila ke-1].
  • Rantai melambangkan sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab [sila ke-2].
  • Pohon Beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia [sila ke-3].
  • Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan [sila ke-4].
  • Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia [sila ke-5].

Warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia. Merah berarti berani dan putih berarti suci. Garis hitam tebal yang melintang di dalam perisai melambangkan wilayah Indonesia yang dilintasi Garis Khatulistiwa.

 

Makna Jumlah Bulu pada Burung Garuda

Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara lain:

  • Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
  • Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
  • Jumlah bulu dibawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
  • Jumlah bulu pada leher berjumlah 45

Pita yg dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang berarti "walaupun berbeda beda, tetapi tetap satu".

Geografi Indonesia

Geografi Indonesia

Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, terletak di garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Karena letaknya yang berada di antara dua benua, dan dua samudra, ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Terdiri dari 17.508 pulau, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia.

Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.

Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah sekitar 350 tahun penjajahan Belanda, Indonesia menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.

Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi besar dan wilayah yang padat, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.

Ibu kota
(dan kota terbesar)
Jakarta
Bahasa resmi Bahasa Indonesia
Pemerintahan Republik presidensiil
- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
- Wakil Presiden Boediono
Kemerdekaan
- Diproklamasikan 17 Agustus 1945
- Diakui (sebagai RIS) 27 Desember 1949
- Kembali ke RI 17 Agustus 1950
Luas
- Total 1,904,569 km2 (15)
1 sq mi
- Air (%) 4,85%
Penduduk
- 19 Juni 2009 memperkirakan 230.472.833[1] (4)
- 2000 sensus 206.264.595
- Kepadatan 134/km2 (84)
347/sq mi
PDB (KKB) 2007 estimate
- Total US$1.038 miliar[2] (15)
- Per kapita US$4.356[3] (114)
PDB (nominal) 2007 estimate
- Total US$408 miliar[2]
- Per kapita US$1.812[3]
IPM (2004) 0,711 (menengah) (108)
Mata uang Rupiah (Rp) (IDR)
Zona waktu WIB, WITA, WIT (UTC+7, +8, +9)
Menyetir di kiri
TLD .id
Kode telepon 62

Obyek WIsata Danau Tongging

Mendekati Danau Toba dari Medan wajib mampir di dataran tinggi Tongging, terletak di sisi ujung utara danau terbesar di Sumatra.



Dari Tongging lah bisa dinikmati panorama danau volkanik nan indah dan mempesona. Tak sulit menemukan jalan ke Tongging.
Danau Toba bisa dicapai dari 2 jalan utama, melalui lintas Berastagi dan Kabanjahe atau lintas Pematang Siantar. Dari Tongging, perjalanan bisa menyusuri sisi utara Danau Toba dan mampir di kebun teh Sidamanik, bisa juga menyusuri sisi timur danau dan melintasi Sibaganding, Lantas perjalanan diteruskan untuk menikmati panorama di Tanjung Unta, di sisi timur Danau Toba. Tempat banyak kera hidup bebas di hutan di lereng danau. Hari bisa ditutup dengan menikmati matahari terbenam di kedai-kedai pinggir jalan di tepi danau sebelum masuk Parapat.
Dari Berastagi, kota utama pariwisata di Kabupaten Karo, Tongging berjarak 35 km di selatan, melalui Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo.
Waktu terbaik menyinggahi Tongging adalah pada saat matahari terbit. Pandangan mengarah ke selatan, dan matahari terbit di timur menyiramkan sinarnya dari sisi kiri.



Sudah tersedia gardu pandang di tempat terbaik, permanen dan berpagar. Di areal parkir mobil sudah berjejer kios-kios penjual oleh-oleh dan kedai-kedai kopi. Tongging memang sudah jadi obyek wisata andalan sejak lama.

Mencapai Tongging dari Medan memang relatif jauh, apalagi jika ingin merekam matahari terbit. Berastagi adalah tempat yang cocok untuk bermalam, karena waktu tempuh ke Tongging tak sampai sejam lewat Kabanjahe. Di Tongging memang tak tersedia penginapan yang memadai, sementara di Berastagi tersedia banyak pilihan tempat bermalam, mulai dari kelas melati hingga hotel berbintang.

Udara relatif dingin di pagi hari, sekitar 10-15 derajat Celcius. Dan suhu akan semakin menggigit tatkala angin bertiup kencang.


Dari gardu pandang Tongging ini pula pengunjung bisa menikmati keindahan air terjun Sipiso-piso, yang terkenal itu. Air terjun setinggi sekitar 120 meter ini menjadi salah satu penyuplai air ke Danau Toba. Dari Tongging menatap air terjun dengan pesona keindahan Gunung Sipiso-piso.

Gunung yang jadi langganan kebakaran hutan ini sering pula dijadikan tempat tinggal landas kegiatan paralayang untuk mendarat di tepi Danau Toba.
Tak sulit untuk memotret keindahan Danau Toba dari Tongging. Jika cuaca bersahabat dan langit biru, maka sempurnalah pemandangan yang bisa direkam.
Back to top